WHEN I MET US AMBASADOR

Image

Senin, 16 April 2012 menjadi salah satu momentum penting bagi saya, saat bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat, Mr.Scot Marciel di kediaman resminya. Dalam pertemuan lebih dari 2 jam tersebut, saya bersama beberapa teman dari Pesantren Annur berbincang panjang lebar tentang keberadaan Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang senantiasa mengedepankan dialog serta kerukunan antar umat beragama. Tidak hanya bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat, saya pun bertemu serta berbincang dengan Direktur UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik, Guru Besar dari IPB,UGM, serta UIN Jakarta dan beberapa perwakilan dari Universitas di Amerika serikat.

Saya berharap mudah-mudahan pertemuan tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya bagi pribadi namun bagi lingkungan yang lebih besar, yakni masyarakat Kota Bekasi. Semoga

Image

 

Pelatihan Kepala Madrasah Tingkat Jawa Barat

Hari ini saya berangkat dari kota tercinta Bekasi  menuju Lembang untuk ikut serta dalam pelatihan Kepala Madrasah Tsanawiyah se Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat. Ada hal yang menarik dalam proses pelatihan ini, dimana seharusnya saya sudah harus chek in sejak hari Sabtu lalu, yakni tanggal 10 Desember 2011, namun aneh tapi nyata pihak Kemenag Kota Bekasi baru menginformasikan pada hari Senin pagi tanggal 12 Desember 2011. Dengan sedikit ragu saya pun berangkat ke Lembang untuk ikut dalam pelatihan ini.

Setibanya saya di lokasi, pihak panitia menerima dengan baik, karena memang pihak Kemenag Kota Bekasi telah memberitahu terlebih dahulu perihal keterlambatan kedatangan peserta dari Kota Bekasi. Namun di pihak peserta yang berasal dari Kota/Kab lainnya bertanya-tanya tentang keterlambatan saya dan kawan-kawan lainnya. Dengan senyum yang terpaksa mereka pun menengarkan penjelasan saya. Tentu mereka agak dongkol karena peserta dari Kota Bekasi baru tiba hari Senin padahal mereka telah tiba sejak har sabtu yang lalu. Mudah-mudahan rasa dongkol mereka tdak berlanjut. Peaceeeeeeee…..brother/sister..

 

Musyawarah Besar FKPP VI

Hari Sabtu tanggal 24 September 2011 yang lalu, Forum Komunikasi Pondok Pesantren  (FKPP) Kota Bekasi menggelar Musyawarah Besar ke-6 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Sirojul Munir Jatirasa Jati Asih Bekasi.  Acara yang dibuka oleh Kasubag T.U Kemenag Kota Bekasi, H.Ahmad Syakur,M.Pd tersebut mengagendakan pemilihan Ketua yang didahului pembacaan serta penyerahan LPJ dari Ketua lama. Musyawarah yang dihadiri oleh 43 Pondok Pesantren peserta dan 4 Pondok Pesantren undangan berlangsung hangat mulai dari pandangan umum atas LPJ Ketua lama sampai saat pemilihan Ketua. Calon yang bersaing memperebutkan posisi ketua adalah KH.Acep Baisuni,M.Pd.I selaku incumbent dan H.Muhammad Aiz Muhadjirin,SH.,MH. Dalam pemilihan ketua yang berlangsung satu putaran tersebut terpilih H.Muhammad Aiz Muhadjirin,SH.,MH sebagai Ketua FKPP periode 2011-2015 dengan perolehan suara 34 berbanding 9. Dalam pidato Ketua terpilih,H.Muhammad Aiz Muhadjirin  menegaskan perlu dan pentingnya FKPP menjaga kemandirian Pondok Pesantren serta lebih meningkatkan harkat dan martabat Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan di mata masyarakat.

Demikianlah sekelumit catatan singkat Mubes FKPP yang teringat dan terekam dalam benak penulis. Semoga Allah SWT meridhoi kita semua .Amiiin.

AHMADIYAH (LAGI DAN LAGI)

Seminggu ini, Indonesia kembali digemparkan dengan kejadian SARA. Ahmadiyah di Cikeusik Pandeglang dan Nasrani di Temanggung. Ternyata persoalan politik saat ini terus bergulir secara liar ke arah yang sulit untuk diprediksi. Century belum selesai, KPK kembali hangat, kini ditambah lagi dengan isu yang lebih sensitif, yakni agama!!!.
Ahmadiyah merupakan “lagu lama” yang kembali mengusik perdamaian kerukunan antar umat beragama. Penistaan agama dengan cara mencaci maki Islam pun tak kalah “lama”nya sebagai alat provokasi ampuh untuk menyulut kemarahan umat Islam.
Benar!!!! Umat Islam tertentu yang kebanyakan hanya bermodal tausiyah-tausiyah lisan dari para pemimpin nya dan bukan kajian mendalam yang dibalut dengan referensi kitab-kitab dari berbagai mazhab.
Inilah penurut penulis, salah satu akar yang harus dicabut dan diperbaiki, yakni merubah budaya masyarakat muslim yang lebih senang “mendengar” tanpa mau melihat serta membaca pikiran-pikiran ulama terdahulu dalam menyikapi perbedaan dan provokasi dari umat lain maupun saudaranya sendiri.
Mari….kita kembali lagi mengkaji referensi shohih secara bijaksana dengan cara kembali membuka kitab-kitab yang telah disusun oleh para ulama..

PSSI ku sayang, PSSI ku malang

Di akhir bulan Maret 2010 ini, perhatian masyarakat Indonesia terpecah ke dalam berbagai persoalan. Mulai dari Ujian Nasional (yang kabarnya pelaksanaan terakhir, sebelum diganti dengan model lain), muktamar NU, riuh rendah politik di pemerintah, sampai dengan pelaksanaan Kongres  Sepak bola Nasisonal (KSN) yang akan dilaksanakan di Malang Jawa Timur.

Sepak bola, yang diyakini sebagai cabang olahraga termasyhur dan terbanyak penggilanya, merupakan cabang olahraga yang “serbaguna” atau “serba manfaat”. Mengapa? Dengan sepak bola ikatan emosi sekian puluh ribu atau bahkan jutaan penggilanya dapat disatukan, yang selanjutnya menjadi kekuatan sumber financial yang luar biasa. The other side, sepak bola juga dapat pula dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Bukan rahasia lagi, bahwa maju nya prestasi sebuah klub di Indonesia hampir dapat dipastikan tergantung apakah ada political will dari kepala pemerintahan atau tidak.  Juara dan terdegradasinya sebuah klub digantungkan kepada besarnya APBD yang digelontorkan. Celakanya, “politisasi” sepak bola tidak berhenti sampai disitu, namun juga dapat membuat ajang korupsi bagi para pengurus sepak bola yang mengatasnamakan prestasi klub kebanggaan daerah. Hal-hal seperti ini tentunya sangat bertentangan dengan semangat olahraga itu sendiri.

Kongres Sepak bola Nasional adalah sebuah terobosan baru untuk memperbincangkan nasib sepak bola tanah air kita. Lebih dari 200 juta penduduk di negeri ini, ternyata belum mampu menelurkan 11 pemain sepak bola hebat. Miskin prestasi merupakan nuansa yang sudah mendarahdaging bagi organisasi sepak bola yang bernama PSSI. Tentu rakyat Indonesia “rela” uang APBN terkuras untuk membiayai sepak bola, apabila memang dikelola dengan baik dan berprestasi. Namun sayangnya, milyaran atau bahkan trilyunan rupaih yang telah dikucurkan belum mampu melahirkan prestasi lagi, walaupun untuk tingkat ASEAN saja.

“Kesalahan” tentu kata yang harus disandarkan atau “diidopatkan” kepada seseorang. Untuk itulah kita berdebat untuk mencari “korban” / “kambing hitam” untuk “diidopatkan” kepada kata “kesalahan” tadi. Tidak pahamnya orang-orang yang diberi wewenang mengurus sepak bola adalah kata kunci yang harus disepakati. Seperti semboyan salah satu calon Gubernur (yang saat ini telah menjabat) “Serahkan kepada ahlinya”, begitu pun harusnya dalam mengelola sepak bola.

Nurdin Halid (NH) adalah sosok yang sebenarnya dapat saya katakan sebagai penggila sepak bola. Saya masih ingat pada waktu NH masih mengurus PSM Makassar di era 90 an. Namun nampaknya menggilai sepak bola saja masih belum cukup untuk mengawal serta mengorganisir PSSI secara baik. Tidak ada prestasi yang mencuat di masa kepemimpinannya bahkan sangat terpuruk. Kegagalan demi kegagalan terus menghampiri persepak bolaan kita. Inilah yang menjadi sebab semakin “geregetan” nya sebagaian pecinta sepak bola (baik yang ngerti maupun sok ngerti) untuk menggelar KSN. Misi menggusur NH sudah dikembangkan, dan pantang untuk disurutkan. Ancaman FIFA yang mungkin saja dijatuhkan pun sudah diantisipasi dengan ucapan “… tidak masalah jika FIFA menghukum Indonesia selama 2 tahun, toh selama 2 tahun ke depan Indonesia tidak akan melangsungkan pertandingan internasional yang penting…”. Kalau sudah seperti ini kelihatannya hanya ada satu kata bagi NH yakni “LAWAN”!!!.

Bagi kita pencinta sepak bola, tidak penting sosok mahluk dari mana yang akan memimpin  PSSI kita, yang terpenting adalah prestasi dapat diraih!!!!!!!!

Selamat berkongres para “penggila” sepak bola nasional. Semoga sepak bola Indonesia dapat jaya seperti di tahun-tahun sebelumnya.

Aries Biru Cisarua

Hari Jum’at ini, tanggal 19 Februari 2010, sd 21 Februari juga di tahun 2010, saya bareng dengan dosen,guru, dan mahasiswa/santri melakukan muqobalah kitab Mishbah Al Zholam di vila Aries Biru Cisarua. Sebuah rencana yang sesungguhnya sudah dicanangkan beberapa tahun yang lalu, namun baru hari ini terlaksana.

Aries Biru sesungguhnya bukan tempat yang asing buat saya, karena letaknya bersebelahan dengan vila keluarga. Disini tim muqobalah mencoba menyelesaikan sebuah misi yang cukup menantang. Dulu, di vila ini konon grup metal Indonesia God Bless yang digawangi “iyek” merampungkan album Apa Kabar di tahun 1997. Saya pun bersama-sama teman-teman tim muqobalah berusaha untuk merampungkan misi ini.

HAUL SYEKH MUHAMMAD MUHADJIRIN KE 7

Hari Minggu kemarin, tepatnya tanggal 15 November 2009, Ma’had Annida Al Islamy Bekasi telah melaksanakan peringatan Haul Syekh Muhammad Muhadjirin yang ke 7. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 8.00 sd 14.30 wib. Panjangnya waktu acara tersebut merupakan kali pertama sejak peringatan haul yang ke 1.

Acara haul tersebut diisi oleh berbagai macam acara, yakni :

1. Pukul 8.00 sd 8.30 pembacaan qasidah burdah

2. Pukul 8.30 sd 9.00 pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW oleh Al Habib Ali bin Sholeh Al Atthas

3. Pukul 9.00 sd 10.00 sambutan oleh pihak keluarga dan dilanjutkan dengan pembacaan manaqib Syekh Muhammad Muhadjirin bin Amsar Addary oleh KH.A.Syarifuddin,MA

4. Pukul 10.00 sd 10.30 pembacaan ayat-ayat suci al Qur’an oleh Ustadz H.Mu’min Mubarok (Juara Internasional di Kuala Lumpur Malaysia 2008)

5. Pukul 10.30 s/d 14.30 taushiyah haul yang disampaikan oleh : KH.Ahmad Hafidz, KH.Saifuddin Amsir, KH.Maulana Kamal Yusuf, dan ditutup oleh Al Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

Taushiyah haul mengalami waktu jeda, saat waktu sholat dzuhur tiba, yang kemudian dilanjutkan dengan makan siang nasi kembuli.

Inilah beberapa gambar saat acara Haul :